Islam Parenting bukan sekadar cara mendidik anak — tapi cara membentuk hati, karakter, dan masa depan mereka. Seri Adab ini disusun untuk membantu orang tua membangun fondasi akhlak sejak dini. Bukan hanya agar anak menjadi pintar, tetapi agar mereka tumbuh berjiwa kuat, beradab, dan siap menghadapi hidup.
Artikel ini merupakan bagian dari rangkaian lengkap Seri Adab Harian:
- Seri A: Adab Berpakaian
- Seri B: Adab Berbicara
- Seri C: Adab Belajar
- Seri D: Adab Makan dan Minum
- Seri E: Adab Berteman
- Seri F: Adab Tidur
- Seri G: Adab Terhadap Orang Lebih Tua
Pada seri kali ini, kita fokus pada Adab Berteman — sebuah adab yang tampak sederhana, tetapi sangat menentukan arah hidup seorang anak. Teman yang ia pilih hari ini akan membentuk cara ia bicara, cara ia memutuskan sesuatu, bahkan cara ia menilai dirinya sendiri.
Rasulullah bersabda:
“Teman yang baik bagaikan penjual minyak wangi, dan teman yang buruk seperti pandai besi.”
(HR. Bukhari & Muslim)
Dalam dunia modern, pertemanan jauh lebih kompleks. Anak bukan hanya berteman di sekolah, tetapi juga di media sosial, game online, dan komunitas digital. Karena itu, kemampuan memilih teman adalah salah satu skill spiritual dan sosial yang harus diajarkan sejak dini.
Sebelum melangkah ke adab-adab detail pada halaman berikutnya, orang tua perlu memahami satu pelajaran dasar: anak laki-laki dan anak perempuan memiliki perbedaan karakter berpikir yang sangat kuat. Hal ini memengaruhi cara mereka berteman, cara mereka merespons konflik, dan cara mereka mencari rasa aman dalam pergaulan.
Anak laki-laki cenderung berpikir logis, fokus pada aktivitas, dan merasa dekat melalui “kebersamaan dalam aksi”. Mereka berteman saat bermain bola, berpetualang, lomba lari, atau membangun sesuatu bersama.
Anak perempuan lebih dominan menggunakan emosi dan komunikasi. Mereka merasa dekat ketika didengarkan, dimengerti, dan merasa dihargai. Persahabatan mereka lebih intim dan melibatkan perasaan.
Karena perbedaan inilah, cara mengajarkan adab berteman pun harus berbeda. Pada halaman-halaman berikutnya, setiap pembahasan akan selalu dilengkapi:
- Contoh adab berteman dalam kehidupan sehari-hari
- Perbedaan cara menjelaskan untuk anak laki-laki dan anak perempuan
- Ayat atau hadis yang relevan
- Contoh bagaimana adab yang baik membuat anak disukai banyak teman
- Dan bagaimana itu menumbuhkan jiwa kepemimpinan sejak kecil
Pergaulan anak adalah gambaran jiwanya. Jika lingkungannya baik, hatinya ikut tenang. Jika lingkungannya buruk, akhlaknya mudah rusak. Lingkar teman adalah lingkar takdir.
Lanjut ke Page 2: Ciri-ciri teman baik dan teman buruk — lengkap dengan contoh untuk anak laki-laki dan anak perempuan serta dasar psikologi Islamnya.