Bukan Tulisan Pintar yang Dibeli, Tapi Tulisan yang Rapi

Halaman 1 — Salah Kaprah Nilai antara Pintar dan Laku


Bismillāhirraḥmānirraḥīm.

Allāhumma ṣalli ‘alā Sayyidinā Muḥammad wa ‘alā ālihi wa ṣaḥbihi ajma‘īn.

Banyak penulis kecewa bukan karena tulisannya jelek, tetapi karena tulisannya tidak laku. Mereka merasa sudah cukup pintar, cukup dalam, dan cukup niat. Namun pasar berkata lain. Tulisan yang menurut mereka “cerdas” justru sepi perhatian, sementara tulisan yang terasa sederhana malah dibaca, dibagikan, dan dibayar.

Di sinilah kesalahpahaman besar terjadi. Banyak orang mengira bahwa kepintaran otomatis bernilai jual. Padahal pasar tidak membeli kepintaran mentah. Pasar membeli keterbacaan, keteraturan, dan kemudahan memahami. Dengan kata lain, pasar membeli kerapian.

Tulisan pintar sering kali terlalu sibuk membuktikan kecerdasan penulisnya. Istilah menumpuk, kalimat berlapis, dan ide bercabang ke mana-mana. Bukan karena idenya buruk, tetapi karena penyajiannya tidak ramah. Pembaca bukan menolak isi, mereka menyerah pada bentuk.

Sebaliknya, tulisan yang rapi tidak selalu paling jenius, tetapi ia tahu cara menghormati pembaca. Alurnya jelas, paragrafnya terukur, dan setiap bagian punya fungsi. Pembaca tidak dipaksa mengagumi penulis, melainkan diajak memahami gagasan. Inilah yang membuat tulisan terasa “laku”.

Artikel ini tidak sedang merendahkan kepintaran. Ia justru ingin menempatkan kepintaran pada posisi yang benar. Kepintaran tanpa kerapian adalah potensi yang bocor. Sementara kerapian tanpa kepintaran masih bisa bekerja. Di dunia nyata, yang bekerja itulah yang bertahan.

Wa qūlū lin-nāsi ḥusnā.

Artinya: “Dan ucapkanlah perkataan yang baik kepada manusia.” (QS. al-Baqarah [2]: 83)

Ayat ini menegaskan bahwa kebenaran tidak cukup disimpan, ia harus disampaikan dengan cara yang baik. Dalam menulis, “baik” berarti jelas, teratur, dan dapat diterima akal pembaca. Kepintaran yang tidak terkomunikasikan akan kalah oleh gagasan sederhana yang disampaikan dengan rapi.

Maka pertanyaan pentingnya bukan lagi seberapa pintar tulisan kita, tetapi seberapa mudah tulisan itu bekerja di tangan pembaca. Di situlah nilai jual lahir. Bukan dari kecerdasan yang dipamerkan, melainkan dari kerapian yang memudahkan.


🌿 Tulisan yang rapi membuat kepintaran bisa bekerja, bukan sekadar terlihat.

Halaman berikut (2/10):
“Cara Pasar Membaca Tulisan, Bukan Cara Penulis Menilai.”