Halaman 1 — Harga Jangan Murahan Murah Itu Bukan Strategi, Itu Takut
Bismillāhirraḥmānirraḥīm.
Allāhumma ṣalli ‘alā Muḥammad wa ‘alā āli Muḥammad.
Jujur saja…
Berapa kali kamu turunin harga bukan karena strategi… tapi karena takut?
Takut tidak laku. Takut ditolak. Takut dibandingkan.
Akhirnya kamu bilang: “Ya sudah, yang penting jalan dulu.”
Tapi tanpa sadar… kamu sedang melatih market untuk melihat kamu sebagai murah.
Dan begitu label itu nempel… akan sangat sulit lepas.
Ini realita pahit: orang tidak selalu cari yang murah.
Mereka cari yang mereka percaya. Yang mereka anggap bernilai. Yang mereka yakin layak dibayar.
Dan seringnya… yang terlalu murah justru dicurigai.
“Kenapa murah banget?” “Ini beneran bagus nggak sih?”
Murah bukan selalu menarik. Kadang justru menjatuhkan kepercayaan.
Masalahnya bukan di harga. Tapi di mindset di balik harga itu.
Kalau kamu menetapkan harga karena takut… maka kamu tidak sedang berjualan.
Kamu sedang bertahan hidup.
Dan bisnis yang dibangun dari rasa takut tidak akan pernah tumbuh besar.
Di artikel ini, kita akan bongkar: kenapa murah bukan solusi… dan bagaimana cara menentukan harga dengan benar.
Wa lā tabkhasun-nāsa asy-yā’ahum.
Artinya: “Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya.” (QS. Al-A’raf [7]: 85)
Termasuk merendahkan nilai diri sendiri. Karena itu juga bentuk ketidakadilan terhadap apa yang kamu miliki.
Inna Allāha yuḥibbul-mu’mina al-qawiyya.
Artinya: “Sesungguhnya Allah mencintai mukmin yang kuat.” (HR. Muslim)
Kuat bukan hanya fisik… tapi juga dalam keputusan.
Termasuk berani menetapkan harga sesuai nilai.
Halaman berikut (2/10): “Kenapa Orang Murah Justru Susah Naik Kelas”
Kita bongkar efek jangka panjang dari harga yang terlalu rendah.