Halaman 1 — Sunyi yang Berbahaya Ketika Tidak Ada yang Menegur
Bismillāhirraḥmānirraḥīm.
Allāhumma ṣalli wa sallim wa bārik ‘alā sayyidinā Muḥammad wa ‘alā ālihi wa ṣaḥbihi ajma‘īn
Bayangkan satu kondisi sederhana: anggota dewan membuat keputusan, pembahasan berjalan, undang-undang disusun — tapi tidak ada yang mengkritik, tidak ada yang mengawasi, dan tidak ada yang berani menegur. Semua terlihat tenang. Tidak ada konflik, tidak ada tekanan, tidak ada suara dari luar. Sekilas terlihat ideal, tapi sebenarnya itu justru kondisi yang paling berbahaya.
Karena dalam sistem apa pun, ketiadaan kritik bukan berarti semuanya benar. Justru sering kali sebaliknya: tidak ada yang berani bersuara. Ketika LSM diam, ruang kontrol sosial ikut hilang. Dan tanpa kontrol, kekuasaan cenderung berjalan tanpa batas. Bukan karena niatnya selalu salah, tapi karena tidak ada yang mengingatkan.
Wal takun minkum ummatun yad‘ūna ilal-khairi wa ya’murūna bil-ma‘rūfi wa yanhawna ‘anil-munkar.
Artinya: “Hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebaikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar…” (QS. Āli ‘Imrān: 104)
Ayat ini menegaskan bahwa dalam setiap masyarakat harus ada pihak yang berfungsi sebagai pengingat. Dalam konteks modern, peran ini banyak dijalankan oleh LSM. Mereka menjadi suara yang menegur ketika ada yang melenceng, dan mengingatkan ketika arah mulai bergeser.
Tanpa peran itu, sistem akan kehilangan keseimbangannya. Anggota dewan mungkin tetap bekerja, tapi tanpa umpan balik yang jujur. Keputusan tetap diambil, tapi tanpa koreksi dari luar. Dan di titik ini, kesalahan bisa terjadi tanpa disadari — atau lebih buruk, tanpa ada yang berani mengoreksi.
Man ra’ā minkum munkaran fal yugayyirhu biyadih, fa in lam yastaṭi‘ fabi lisānih…
Artinya: “Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka ubahlah dengan tangannya, jika tidak mampu maka dengan lisannya…” (HR. Muslim)
Hadis ini menunjukkan bahwa diam bukan pilihan ketika ada kesalahan. Setiap orang punya peran, sesuai kemampuannya. Dalam skala besar, LSM mengambil peran itu secara terorganisir. Mereka menggunakan suara sebagai alat untuk mengingatkan dan memperbaiki.
Jadi pertanyaannya bukan lagi apakah LSM diperlukan, tapi apa yang terjadi jika mereka tidak ada. Karena dalam banyak kasus, bukan suara yang berbahaya — tapi justru ketika tidak ada suara sama sekali. Dan di situlah kita mulai memahami betapa pentingnya peran yang sering dianggap sepele ini.
Halaman berikut (2/10): “Kontrol Sosial: Kenapa Harus Ada?”
Kita akan bahas kenapa setiap sistem butuh pengawasan dari luar.