Kamu Nggak Kurang Uang, Kamu Kurang Damai

Halaman 3 — Tenang Itu Mahal Damai Bukan Soal Nominal


Banyak orang mengira kegelisahan mereka bersumber dari kekurangan materi. Mereka berkata, “Kalau penghasilanku naik, aku pasti lebih tenang.” “Kalau tabunganku cukup, pikiranku nggak akan ruwet.” Namun kenyataannya, tidak sedikit orang dengan angka rekening besar tetap sulit tidur.

Dalam psikologi modern, ada istilah hedonic adaptation — kecenderungan manusia cepat beradaptasi dengan peningkatan materi. Gaji naik terasa menyenangkan di awal, tetapi beberapa bulan kemudian menjadi biasa saja. Target baru muncul. Standar baru terbentuk. Ketenangan tetap terasa jauh.

Ini menunjukkan satu hal penting: uang bisa memberi kenyamanan, tetapi tidak otomatis memberi kedamaian. Kenyamanan bersifat eksternal. Kedamaian bersifat internal. Dan dua hal itu tidak selalu berjalan beriringan.

Alladzīna āmanū wa taṭma’innu qulūbuhum bidzikrillāh. Alā bidzikrillāhi taṭma’innul-qulūb.

Artinya: “(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra‘d [13]: 28)

Ayat ini tegas menyebut sumber ketenteraman bukan pada harta, jabatan, atau pencapaian, melainkan pada kondisi hati. Ketika hati tidak terlatih untuk tenang, berapa pun angka yang kamu miliki tidak akan cukup.

Banyak orang sibuk mengejar angka, tetapi lupa membangun kapasitas damai dalam dirinya. Mereka meningkatkan penghasilan, tetapi tidak meningkatkan kesabaran. Mereka memperluas bisnis, tetapi tidak memperluas kelapangan hati. Akibatnya, hidup terasa penuh tekanan.

Laisa al-ghinā ‘an katsrati al-‘araḍ, walākinna al-ghinā ghina an-nafs.

Artinya: “Kekayaan bukanlah karena banyaknya harta, tetapi kekayaan adalah kekayaan jiwa.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini mematahkan asumsi bahwa kelimpahan materi identik dengan kelimpahan batin. Orang yang jiwanya cukup akan merasa tenang meski sederhana. Sebaliknya, orang yang jiwanya kosong akan merasa kurang meski berlimpah.

Damai adalah keterampilan. Ia perlu dilatih melalui kesadaran, pengendalian diri, dan pembiasaan berpikir jernih. Tanpa latihan itu, pikiran mudah cemas, hati mudah iri, dan hidup mudah terasa berat.

Jadi mungkin masalahmu bukan kurang uang. Mungkin kamu hanya belum melatih ketenangan. Dan selama kedamaian belum dibangun dari dalam, pencapaian luar akan selalu terasa kurang.


🌌 Uang bisa membeli kenyamanan, tetapi damai hanya tumbuh dari hati yang dilatih.

Halaman berikut (4/10): “Kenapa Hati Gelisah Meski Target Sudah Tercapai?”
Kita akan membedah akar psikologis dari rasa tidak pernah cukup.