Halaman 1 — Meluruskan Persepsi Tentang Suara yang Tidak Nyaman
Bismillāhirraḥmānirraḥīm.
Allāhumma ṣalli ‘alā Sayyidinā Muḥammad.
Salah satu kesalahpahaman paling berbahaya dalam demokrasi modern adalah anggapan bahwa LSM adalah oposisi. Ketika kritik muncul, refleks kekuasaan sering kali bekerja cepat: defensif, curiga, lalu menutup ruang dialog. Padahal, menyamakan LSM dengan oposisi adalah kekeliruan kategoris yang berpotensi merusak mekanisme koreksi demokrasi itu sendiri.
Oposisi bertujuan merebut atau mengimbangi kekuasaan. LSM tidak. Oposisi bergerak di arena elektoral dan politik praktis. LSM bergerak di ruang etika, hak warga, dan akuntabilitas publik. Ketika perbedaan ini diabaikan, kritik dibaca sebagai ancaman kekuasaan, bukan sebagai sinyal bahaya.
Dalam sistem yang sehat, LSM berfungsi seperti alarm kebakaran. Alarm tidak memadamkan api, tidak memerintah gedung, dan tidak mengambil alih kendali. Ia hanya melakukan satu hal penting: berbunyi ketika ada tanda bahaya. Masalah muncul bukan karena alarm berbunyi, melainkan ketika alarm dimatikan demi menjaga ilusi ketenangan.
Ketika LSM diperlakukan sebagai oposisi, negara cenderung mengaktifkan mode pertahanan politik, bukan mode evaluasi kebijakan. Kritik yang seharusnya diuji dengan data justru dibalas dengan stigma. Suara yang seharusnya didengar malah dicurigai niatnya. Di titik ini, demokrasi tidak sedang diperkuat, melainkan kehilangan sistem peringatannya.
Artikel ini berangkat dari satu tesis utama: LSM bukan oposisi, melainkan alarm bahaya demokrasi. Ia berbunyi ketika prosedur berjalan tetapi substansi menyimpang, ketika hukum tampak rapi tetapi keadilan timpang, dan ketika stabilitas dipelihara dengan mengorbankan suara rakyat.
Wa idzā qulta fa‘dilū walau kāna dzā qurba.
Artinya: “Apabila kamu berkata, maka hendaklah kamu berlaku adil, sekalipun terhadap kerabatmu sendiri.” (QS. Al-An‘ām [6]: 152)
Ayat ini menegaskan bahwa keadilan tidak tunduk pada relasi kekuasaan. Dalam konteks demokrasi, LSM menjalankan fungsi moral ini: mengingatkan ketika kekuasaan, sengaja atau tidak, mulai menyimpang dari prinsip keadilan.
Menolak alarm tidak membuat bangunan lebih aman. Menstigma LSM tidak membuat negara lebih kuat. Justru sebaliknya, kekuasaan yang alergi pada alarm sedang menyiapkan kerentanannya sendiri. Di halaman-halaman berikut, kita akan membedah mengapa kesalahpahaman ini terus dipelihara, siapa yang diuntungkan, dan bagaimana suara kritis seharusnya diposisikan dalam demokrasi yang dewasa.
Halaman berikut (2/10): “Kesalahan Klasik Negara: Menyamakan Kritik dengan Ancaman.”
Kita akan membongkar akar kesalahpahaman
yang membuat suara peringatan
selalu terasa mengganggu.