Halaman 1 — Profit Naik, Kota Turun Siapa yang Menanggung Dampaknya?
Bismillāhirraḥmānirraḥīm.
Allahumma shalli ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala alihi wa shahbihi ajma‘in
Di dunia pembangunan, ada satu realita yang jarang dibahas secara jujur: ketika ruang terbuka hijau (RTH) dipangkas, profit hampir pasti naik. Lahan yang seharusnya jadi taman bisa diubah jadi bangunan, parkiran, atau unit tambahan yang menghasilkan uang. Secara bisnis, ini terlihat logis. Tapi masalahnya, keuntungan ini hanya dinikmati oleh segelintir pihak, sementara dampaknya ditanggung oleh seluruh masyarakat.
Setiap meter RTH yang hilang berarti berkurangnya kemampuan kota menyerap air, menurunkan suhu, dan menjaga kualitas udara. Ketika ini terjadi secara masif, kota mulai kehilangan keseimbangannya. Banjir datang lebih cepat, panas terasa lebih ekstrem, dan udara semakin tidak sehat. Ironisnya, semua ini sering dianggap sebagai “bencana alam”, padahal sebenarnya adalah akibat dari keputusan manusia.
Wala tufsidu fil ardi ba‘da ishlahiha
Artinya: “Dan janganlah kamu membuat kerusakan di bumi setelah (Allah) memperbaikinya.” (QS. Al-A‘raf: 56)
Ayat ini menampar realita yang terjadi hari ini. Ketika ruang hijau dipangkas demi keuntungan, sebenarnya kita sedang menciptakan kerusakan yang dampaknya akan kembali kepada manusia itu sendiri. Alam tidak pernah salah—ia hanya bereaksi terhadap apa yang kita lakukan. Dan ketika keseimbangan itu rusak, yang merasakan bukan hanya pelaku, tapi seluruh kota.
Jadi pertanyaannya sederhana: siapa yang benar-benar membayar dampaknya? Jawabannya jelas—masyarakat. Warga yang harus menghadapi banjir, panas, dan kualitas hidup yang menurun. Sementara profit sudah dikunci di awal oleh pihak yang mengurangi ruang hijau tersebut.
Di sinilah kita harus mulai melihat pembangunan dengan cara yang lebih jujur. Tidak semua keuntungan itu benar, dan tidak semua efisiensi itu layak. Karena ketika profit dibangun di atas pengorbanan lingkungan, maka sebenarnya kita sedang menciptakan utang besar yang suatu hari pasti harus dibayar.
Halaman berikut (2/10):
“Logika Developer: Kenapa RTH Selalu Jadi Korban?”
Kita akan bongkar cara berpikir di balik keputusan memangkas ruang hijau.