Halaman 1 — Teknologi yang Melelahkan Ketika Alat Tidak Lagi Membantu
Bismillāhirraḥmānirraḥīm.
Allāhumma ṣalli ‘alā Sayyidinā Muḥammad, wa ‘alā āli Sayyidinā Muḥammad.
AI dijanjikan sebagai solusi. Katanya bisa mempercepat kerja, meringankan beban, dan membuat hidup lebih efisien. Namun kenyataannya, semakin banyak orang justru merasa lebih capek setelah memakai AI. Bukan capek fisik, tapi capek mental.
Notifikasi bertambah, ide datang tanpa henti, tugas terasa makin banyak. Bukannya fokus, pikiran justru makin bercabang. AI yang seharusnya membantu berubah menjadi sumber kebisingan baru. Di titik ini, pertanyaan penting muncul: apakah masalahnya pada AI, atau pada cara kita memakainya?
Banyak orang memakai AI tanpa tujuan yang jelas. Semua hal ditanyakan, semua ide ditampung, semua kemungkinan dikejar. Akibatnya bukan produktivitas, melainkan kelelahan. AI diperlakukan seperti mesin ajaib, bukan alat kerja yang perlu diarahkan.
Kesalahan ini umum terjadi karena AI datang dengan kecepatan yang melampaui kesiapan mental manusia. Kita belum sempat membangun sistem berpikir, tapi sudah dibanjiri kemampuan. Tanpa batas, kemampuan berubah menjadi beban.
Dalam Islam, kelelahan batin sering kali bukan karena banyaknya usaha, tetapi karena hilangnya arah. Allah mengingatkan:
Wa mā khalaqtul-jinna wal-insa illā liya‘budūn.
Artinya: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku.” (QS. Adz-Dzāriyāt [51]: 56)
Ayat ini bukan hanya soal ibadah ritual, tetapi soal arah hidup. Ketika arah jelas, alat apa pun akan membantu. Ketika arah kabur, alat secanggih apa pun justru menambah beban. AI tidak bisa menggantikan kejelasan tujuan manusia.
Artikel ini tidak akan menyalahkan teknologi. Kita akan membedah kesalahan paling umum dalam memakai AI, dan mengapa kesalahan itu membuat hidup terasa lebih berat, bukan lebih ringan. Karena sebelum memperbaiki alat, kita perlu membenahi cara berpikir.
Halaman berikut (2/10):
“Kesalahan Paling Umum Saat Menggunakan AI.”
Kita akan mengurai pola-pola salah pakai AI
yang diam-diam menguras fokus dan tenaga.