Halaman 1 — Takdir dan Tanggung Jawab Rahasia Ilahi dan Perjuangan Manusia
Bismillāhir-raḥmānir-raḥīm.
Allāhumma ṣalli ‘alā Muḥammad wa ‘alā āli Muḥammad.
Banyak orang menyerah terlalu cepat atas nama takdir. Ketika gagal, mereka berkata, “Memang sudah takdir.” Ketika malas berusaha, mereka berkata, “Kalau rezeki tidak akan ke mana.” Padahal sering kali bukan takdir yang menghentikan langkah, tetapi rasa takut dan keraguan yang dibungkus dengan kalimat religius.
Takdir memang rahasia. Tidak ada manusia yang tahu apa yang tertulis esok hari. Kita tidak tahu apakah usaha akan berhasil atau tidak. Kita tidak tahu apakah doa akan segera dikabulkan atau diuji dengan penundaan. Ketidakpastian inilah yang membuat manusia gelisah. Namun justru di situlah nilai perjuangan dimulai.
Dalam perspektif teologi Islam, takdir (qadar) adalah ketetapan Allah yang meliputi segala sesuatu. Namun manusia tetap diberi kemampuan memilih dan berusaha. Kebebasan ini bukan untuk melawan takdir, tetapi untuk menjalankan peran sebagai makhluk yang bertanggung jawab.
Wa an laisa lil-insāni illā mā sa‘ā.
Artinya: “Dan bahwa manusia hanya memperoleh apa yang telah diusahakannya.” (QS. An-Najm [53]: 39)
Ayat ini menegaskan prinsip mendasar: hasil mungkin rahasia, tetapi usaha adalah kewajiban. Tidak ada janji bahwa semua ikhtiar akan berbuah sesuai keinginan. Namun ada jaminan bahwa setiap usaha memiliki nilai di sisi Tuhan.
Kesalahan terbesar adalah menjadikan takdir sebagai alasan untuk tidak bergerak. Padahal justru melalui gerakan itulah takdir dijalankan. Seorang petani tidak tahu apakah hujan akan turun tepat waktu, tetapi ia tetap menanam. Seorang pelajar tidak tahu apakah ia akan lulus dengan nilai terbaik, tetapi ia tetap belajar.
Takdir adalah wilayah Tuhan. Ikhtiar adalah wilayah manusia. Ketika keduanya dipahami secara seimbang, lahirlah ketenangan. Kita berusaha maksimal tanpa merasa sombong ketika berhasil, dan tanpa merasa hancur ketika gagal. Karena kita tahu peran kita hanyalah berjuang.
Artikel ini akan membahas secara mendalam hubungan antara takdir dan ikhtiar: bagaimana memahami rahasia Ilahi tanpa kehilangan semangat bertindak. Karena hidup bukan tentang menebak takdir, tetapi tentang menjalani kewajiban.
Halaman berikut (2/10): “Kesalahpahaman tentang Takdir.”
Kita akan membongkar cara pandang fatalistik yang sering membuat manusia berhenti sebelum mencoba.