Halaman 1 — Di Bawah Tanah yang Gelap Awal Sebuah Pertumbuhan
Bismillāhirraḥmānirraḥīm.
Allāhumma ṣalli wa sallim wa bārik ‘alā sayyidinā Muḥammad wa ‘alā ālihi wa ṣaḥbihi ajma‘īn.
Tidak ada benih yang tumbuh di atas panggung yang terang. Ia selalu dimulai dalam gelap. Ditimbun tanah. Ditekan dari segala arah. Tidak terlihat. Tidak dipuji. Bahkan tampak seperti hilang.
Banyak orang salah menafsirkan fase hidupnya. Ketika kehilangan pekerjaan, ketika usaha gagal, ketika ditinggalkan, ketika doa terasa tak segera terjawab — mereka merasa dikubur. Merasa hidupnya selesai. Merasa tertutup dari cahaya.
Padahal dalam hukum alam, benih memang harus dikubur sebelum tumbuh. Ia harus retak sebelum bertunas. Ia harus berada dalam gelap sebelum melihat cahaya. Tanpa tekanan tanah, ia tidak akan pecah dan memulai proses kehidupan baru.
Dalam biologi pertumbuhan, fase dormansi adalah fase penting. Benih tampak diam, padahal di dalamnya terjadi aktivitas kimia dan biologis yang intens. Ia menyerap air, mengaktifkan enzim, dan memulai transformasi internal sebelum muncul ke permukaan.
Begitu pula dengan manusia. Fase gelap bukan tanda kehancuran. Ia bisa menjadi fase aktivasi. Masalahnya, tidak semua orang sabar menunggu proses itu bekerja.
Yukhrijul-ḥayya minal-mayyiti wa yukhrijul-mayyita minal-ḥayy.
Artinya: “Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup.” (QS. Ar-Rum [30]: 19)
Ayat ini menggambarkan hukum transformasi yang terus berlangsung dalam ciptaan Allah. Kehidupan sering lahir dari sesuatu yang tampak mati. Harapan sering muncul dari kondisi yang terlihat tertutup.
Artikel ini disusun dengan pendekatan reflektif-akademik berbasis teori pertumbuhan biologis, psikologi resiliensi, serta nilai spiritual Islam. Kita akan membedah sebuah prinsip sederhana namun revolusioner: mungkin kamu bukan sedang dikubur — kamu sedang ditanam.
Jika hari ini hidupmu terasa gelap, jangan buru-buru menyimpulkan bahwa semuanya selesai. Bisa jadi ini hanya fase tanah menutupmu — agar akarmu menguat sebelum batangmu menjulang.
Tanah yang menekan bukan musuh. Ia adalah medium pertumbuhan.
Halaman berikut (2/10): “Mengapa Tekanan Dibutuhkan untuk Bertumbuh?”
Kita akan menelusuri secara ilmiah dan spiritual mengapa fase sulit justru memicu kekuatan tersembunyi.